12 Tanaman Pengusir Nyamuk Agar Rumah Bebas Nyamuk

Nyamuk memang bikin repot. Gigitannya bikin gatal, suara dengungannya bikin susah tidur. Dan yang paling merepotkan, sekaligus mengkhawatirkan, nyamuk jenis tertentu juga menyebarkan penyakit berbahaya seperti malaria dan demam berdarah. Sudah sangat banyak yang menjadi korban penyakit-penyakit tersebut. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara untuk mengusir nyamuk secara alami, salah satunya adalah dengan menggunakan tanaman pengusir nyamuk.

Ya, memang ada beberapa tanaman yang dapat menyingkirkan nyamuk. Ada yang yang cukup diletakkan di dalam pot, ada juga yang perlu diperas ekstraknya dan kemudian digosokkan ke kulit.



Memang ada banyak obat nyamuk berbasis DEET yang ampuh dalam membasmi nyamuk, tapi tanaman anti nyamuk lebih aman untuk kesehatan. Lagipula, ada ekstrak tanaman tertentu yang efektivitasnya dalam mengusir nyamuk dilaporkan lebih bagus daripada DEET.

Di bawah ini adalah daftar tanaman pengusir nyamuk yang dikumpulkan dari jurnal-jurnal ilmiah dan sumber-sumber kredibel lainnya. Buat yang tidak ingin terus-menerus tergantung pada obat nyamuk, mungkin di antara kumpulan tanaman di bawah ini ada yang menarik minat anda untuk mencobanya.

1. LANTANA CAMARA



Tanaman anti nyamuk ini memiliki kandungan senyawa terpene dan alkaloid yang efektif dalam menangkal nyamuk, terutama nyamuk penyebab malaria.

Dalam sebuah penelitian untuk mengatasi serangan malaria yang dilakukan di Afrika, Lantana Camara ditanam di 231 rumah.

Hasilnya, jumlah nyamuk yang berada di rumah-rumah tersebut menurun drastis hingga 83% untuk nyamuk A. funestis dan 56% untuk nyamuk A. gambiae.

Tanaman tersebut juga mengurangi jumlah nyamuk lainnya--nyamuk-nyamuk yang tidak membawa penyakit, yang hanya menimbulkan rasa gatal ketika menggigit kulit.

Sumber: Science20.com, PlosOne.org

2. LAVENDER

Seperti yang mungkin sudah anda ketahui, Lavender digunakan sebagai bahan dasar untuk salah satu produk lotion anti nyamuk di Indonesia. Aroma wangi yang cukup tajam dari bunga Lavender tersebut memang sangat tidak disukai nyamuk.



Untuk mengusir nyamuk, anda hanya perlu menempatkan Lavender di dalam ruangan atau menanamnya di pekarangan rumah. Anda juga bisa mengoleskan bunganya pada kulit.

Anda yang sedang mencari-cari tanaman pengusir nyamuk mungkin akan paling tertarik dengan Lavender. Pasalnya, Lavender terbilang mudah ditanam dan dirawat. Selain itu, Lavender juga tidak butuh terlalu banyak air.

Selain dapat mengusir nyamuk, Lavender juga bisa mengusir ngengat, kalajengking, lalat dan kutu.

Sumber: NewsCenter.nmsu.edu

3. CATNIP

Catnip dikenal luas sebagai tanamannya para pemelihara kucing. Pasalnya, nepetalactone yang dikandungnya dapat membuat kucing bertingkah lucu di sekitar tanaman tersebut. Dan ternyata, nepetalactone tersebut juga dapat mengusir nyamuk.



Dilansir dari ScienceDaily dan American Chemical Society, tingkat efektivitas nepetalactone sama atau bahkan lebih daripada DEET. DEET merupakan bahan aktif yang banyak ditemui pada produk-produk anti nyamuk.

Selain nyamuk, Catnip juga dapat mengusir lalat rumah, kutu, kecoak dan tungau.

Sumber:
Phytochemistry, Jan. 2011 (link)
Journal of Medical Entomology, July 2006
Journal of Economic Entomology, April, 2002
Journal of the American Mosquito Control Association, Dec. 2012 (link)
sciencedaily.com

4. ROSEMARY

Sama halnya seperti Lavender, Rosemary mengeluarkan aroma wangi yang tidak disukai nyamuk. Dikutip dari American Museum of Natural History, tanaman ini mengandung senyawa anti serangga yaitu borneol dan camphor.



Rosemary bisa ditanam di tanah atau di pot. Selain ditanam, Rosemary juga bisa dioleskan ke kulit untuk menangkal nyamuk.

Sumber: American Museum of Natural History

5. MARIGOLD



Aroma tidak sedap yang keluar dari tanaman inilah yang berperan dalam mengusir nyamuk dan serangga lainnya. Meskipun efektif dan perawatannya tidak susah, aromanya yang tajam membuat sebagian orang enggan untuk menanamnya.

6. LEMON THYME

Menurut Arthur Tucker, Ph.D., seorang spesialis fragrance plant, Lemon Thyme memiliki kandungan anti nyamuk sebesar 62 persen. Lebih banyak daripada tanaman Citrosa yang hanya berkisar antara 30 - 40 persen.

Kandungan anti nyamuknya lebih banyak daripada Citronella (Foto: Andrea_44/flickr)

Spesialis tersebut juga menuturkan bahwa tanaman seperti Citrosa, Lemon Thyme dan Citronella hanya akan mengeluarkan kandungan repellent paling besar ketika daunnya dihancurkan. Jadi, cara penggunaannya adalah seperti saat anda menggunakan lotion anti nyamuk. Remas daunnya untuk mengeluarkan sarinya, lalu lumurkan ke kulit.

Di sisi lain, menurut Lisa LaRue dari komunitas herba di Kansas, anda juga akan aman dari nyamuk selama anda berada di dekat tanaman tersebut.

Sumber:
Iowa State University
Do lemon plants repel mosquitoes?

7. BASIL

Dilansir dari NC Cooperative Extension, Basil (yang juga dikenal dengan nama Selasih) dapat berfungsi sebagai elemen dekoratif sekaligus pengusir nyamuk dalam sebuah ruangan. Namun demikian, banyak yang mengatakan bahwa menanam Basil saja tidak cukup.



Dominiquealis, salah satu pengunjung di blog Apartment Therapy, mengklaim bahwa 5 tanaman Basil didepan pintu utamanya tidak efektif dalam mengenyahkan nyamuk. Beberapa pengunjung lain juga melontarkan komentar yang senada.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, hancurkan daun Basil untuk mengekstrak minyaknya, lalu jadikan sebagai semprotan anti nyamuk atau sebagai body lotion dengan cara melumurkannya ke kulit.

Sumber:
Apartment Therapy
NC Cooperative Extension
New Mexico State University

8. ZODIA

Zodia merupakan tanaman yang berasal dari Papua. Aroma khasnya disebut-sebut mampu membuat nyamuk menjadi teler dan tumbang.

By HPBJS (Own work) [CC BY-SA 4.0], via Wikimedia Commons

Dilansir dari The Jakarta Post, Bernadette Kusminah meletakkan tanaman Zodia di pekarangan, teras dan sejumlah ruangan dirumahnya. Solusi anti nyamuk alami yang sederhana tersebut ternyata benar-benar berhasil menghalau nyamuk.

Tanaman pengusir nyamuk ini biasanya digunakan penduduk asli Papua sebelum masuk ke hutan agar terhindar dari nyamuk. Caranya yaitu dengan mengoleskan daunnya ke kulit.

Dalam buku "Tanaman Obat & Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Demam Berdarah Dengue" disebutkan bahwa (ekstrak) Zodia mampu menyingkirkan nyamuk selama 6 jam dengan daya proteksi lebih dari 70%.

Dengan demikian dapat disimpulkan, anda bisa mengusir nyamuk dengan cara menanam Zodia atau dengan mengoleskan ekstrak daunnya ke kulit.

Sumber:
The Jakarta Post
Tanaman Obat & Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Demam Berdarah Dengue oleh Dra. Suharmiati, Msi.Apt. & dr. Lestari

9. SERAI WANGI

Serai Wangi, yang juga disebut Sereh Wangi atau Rumput Citronella, merupakan tanaman yang termasuk dalam suku rerumputan. Sitronelol dan geraniol yang dikandungnya sangat tidak disukai oleh nyamuk.

By Mokkie (Own work) [CC BY-SA 4.0], via Wikimedia Commons

Untuk mengusir nyamuk, anda perlu membuat ekstraknya terlebih dahulu. Caranya:

1. 1 kg daun dan batang sereh wangi dicuci dan ditiriskan sampai kering.
2. Haluskan daun dan batang sereh wangi dengan blender.
3. Rendam hasil blenderan tersebut di dalam 250 ml air selama semalam.
4. Saring dan masukkan ke dalam botol, lalu encerkan dengan aquades.

Saat akan digunakan, tuang ekstrak serai wangi ke dalam alat penyemprot, lalu semprotkan ke sekitar ruangan.

Sumber: BPTP Lampung

Selain tanaman-tanaman di atas, ada sejumlah tanaman lain yang ekstraknya mampu mengusir nyamuk:

10. Turen | Sumber: Universitas Muhammadiyah Semarang (Pengaruh Ekstrak Daun Suren (Toona sureni) Terhadap Kematian Nyamuk Aedes aegypti)

11. Akar Wangi | Sumber: Universitas Gajah Mada (Daya Insektisidal Minyak Akar Wangi / Vetiver Oil (Vetiveria zizanioides) Sebagai Bahan Dasar Obat Nyamuk Elektrik Cair Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti)

12. Serai Dapur atau Lemon Grass | Sumber: California State Science Fair (The Effectiveness of Lemon Grass as a Natural Mosquito Repellent)

Nah, itulah tanaman-tanaman pengusir nyamuk yang bisa anda manfaatkan sebagai alternatif solusi alami. Sebagai catatan, sebelum mengoleskan ekstrak tanaman ke kulit secara menyeluruh, cobalah dulu mengoleskan ke area kecil di permukaan kulit selama beberapa hari. Tujuannya untuk mengetahui apakah ekstrak tersebut benar-benar aman untuk kulit anda.

Postingan populer dari blog ini